Dari Gelisah Menjadi Gagasan: Kisah Ny. Ayu Rama dan “Be El Be”, Tas Ukir Penyelamat Warisan Nusantara

Megapolitan, News39 Dilihat

Jakarta, Nasionalreview – Di balik kesibukan sebagai istri prajurit TNI yang kerap berpindah dinas mengikuti suami ke berbagai penjuru Indonesia, tersimpan sebuah kegelisahan mulia bagi Ny. Ayu Rama. Bukan tentang beratnya hidup nomaden, melainkan kekhawatiran akan memudarnya cahaya warisan leluhur: seni ukir tradisional.

Melihat langsung kekayaan adat dan budaya di setiap daerah yang disinggahinya, Ny. Ayu, yang kini menjabat sebagai Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XI Brigif 1 PD Jaya, merasa terpanggil. Ia khawatir seni ukir yang begitu indah dan sarat makna perlahan akan punah tertelan zaman jika tidak ada upaya nyata untuk melestarikannya.

Dari kegelisahan itulah, lahir sebuah inovasi brilian yang menggabungkan tradisi kuno dengan gaya hidup modern. Ny. Ayu menggagas “Be El Be”, sebuah merek produk kulit berbentuk tas, dompet, hingga aksesoris yang mengusung motif ukiran daerah dalam balutan desain kekinian.

Sentuhan Tangan yang Menghidupkan Budaya

Keunikan Be El Be terletak pada proses pembuatannya. Sebanyak 80% pengerjaan produk ini dilakukan secara handmade (buatan tangan). Mulai dari proses memahat motif rumit di atas kulit, melukis detail warna, hingga perakitan akhir, semuanya dikerjakan dengan ketelatenan tinggi. Awalnya, kegiatan ini hanyalah cara positif untuk memberdayakan waktu luang para ibu-ibu istri prajurit di lingkungan Persit. Namun, siapa sangka, hobi sederhana itu bertransformasi menjadi produk bernilai seni dan ekonomi tinggi.

“Setiap goresan pahat di tas Be El Be adalah doa agar seni ukir kita tetap hidup dan dikenali oleh generasi muda,” ujar Ny. Ayu, seolah mewakili suara hati banyak pencinta budaya.

Dukungan Puncak Pimpinan Persit

Kreativitas yang lahir dari cinta tanah air ini segera mendapat sorotan. Keunikan dan nilai seni Be El Be menarik dukungan penuh dari jajaran pimpinan Persit KCK. Ibu Uli Simanjuntak, Ketua Umum Persit KCK Pusat, serta Ibu Sandy Deddy Suryadi, Ketua Persit KCK Daerah Jaya, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Ny. Ayu.

Sebagai bukti pengakuan atas kualitas dan kontribusinya, Be El Be terpilih menjadi salah satu UMKM unggulan yang mewakili semangat kewirausahaan Persit dalam rangkaian kegiatan “Persit Bisa” menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.

Simbol Kemandirian dan Kebanggaan Prajurit

Kehadiran Be El Be dalam gelaran HUT ke-80 Persit KCK bukan sekadar pameran produk. Ini adalah simbol nyata dari program “Persit Bisa”, yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi anggota melalui inovasi.

Melalui wadah ini, diharapkan semakin banyak UMKM binaan Persit yang tumbuh, berkembang, dan mampu bersaing. Lebih dari itu, keberhasilan Be El Be menjadi sumber kebanggaan baru bagi para prajurit TNI AD dan seluruh anggota Persit. Bahwa di tengah tugas menjaga kedaulatan negara, para istri prajurit juga turut berjasa menjaga kedaulatan budaya bangsa melalui karya nyata yang memukau dunia.

Kini, Be El Be bukan sekadar tas atau dompet. Ia adalah kanvas berjalan yang menceritakan keindahan Nusantara, crafted with love by the wives of our nation’s defenders. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *