Ternate, Nasionalreview — Terminal Peti Kemas (TPK) Ternate mencatat kinerja positif arus peti kemas sepanjang 2025. Sepanjang tahun lalu, arus peti kemas mencapai 56.666 boks atau setara 63.923 TEUs, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat 53.439 boks atau 59.095 TEUs.
Terminal Head TPK Ternate Anwar Pae mengatakan, capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 6 persen secara tahunan. Menurut dia, peningkatan ini mencerminkan efektivitas transformasi operasional yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi layanan kepelabuhanan.
“Pertumbuhan ini menjadi indikator positif atas transformasi operasional yang kami jalankan sekaligus meningkatnya kepercayaan pengguna jasa,” ujar Anwar, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan kinerja tidak terlepas dari penerapan basic Container Terminal Operation (CTO) serta pola operasi berbasis planning and control. Implementasi tersebut berdampak pada peningkatan box ship hour (BSH) dan penurunan port stay kapal sehingga waktu sandar menjadi lebih singkat dan efisien.
Selain faktor internal, pertumbuhan arus peti kemas juga didorong oleh meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan di Maluku Utara, stabilitas layanan terminal, serta kolaborasi antara operator pelabuhan, pemangku kepentingan, dan pengguna jasa.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate Rushan Muhammad menilai, peningkatan arus peti kemas mencerminkan perbaikan kinerja operasional terminal serta sinergi yang solid antara regulator dan operator pelabuhan. Ia berharap tren positif ini dapat dipertahankan untuk mendukung kelancaran arus logistik dan pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara.
Memasuki 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas melalui TPK Ternate menargetkan penguatan kinerja berkelanjutan dengan fokus pada kesiapan sumber daya manusia, sistem operasi, peralatan, serta mitigasi risiko guna menjaga daya saing layanan kepelabuhanan.( Red )




