Gandaria Utara Jadi Sorotan: Ketatnya Siskamling di Kebayoran Baru Diuji Tim Polres Jaksel

News9 Dilihat

Jakarta, Nasionalreview – Semangat gotong royong menjaga keamanan kampung kembali diuji di Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru. Pada Senin (27/4/2026), Pos Siskamling yang terletak di Jalan H. Jeni 2, RT 011/07, menjadi pusat perhatian lantaran dikunjungi langsung oleh tim penilaian Lomba Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) tingkat Polres Metro Jakarta Selatan. Suasana pagi itu tampak berbeda dari biasanya; ketertiban dan kesiapsiagaan petugas ronda menjadi fokus utama dalam penilaian yang berlangsung pukul 10.30 hingga 11.30 WIB tersebut.

Penilaian ini dipimpin secara langsung oleh AKBP Doddy, Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Selatan, yang turun tangan untuk melihat realitas keamanan di tingkat akar rumput. Kehadiran pejabat tinggi polisi ini didampingi oleh jajaran strategis lainnya, termasuk Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma, Kanit Binmas Kompol Imam, serta Bhabinkamtibmas setempat Aipda Indra. Tak hanya unsur kepolisian, kehadiran Kasi Ekbang Kelurahan Sarip dan Ketua RT 011/07 Imam Basori menunjukkan bahwa sinergi antara aparat dan tokoh masyarakat menjadi tulang punggung keberhasilan sistem keamanan lingkungan di wilayah padat penduduk ini.

Tim penilai tidak sekadar melakukan kunjungan seremonial, melainkan melakukan inspeksi mendetail terhadap berbagai aspek vital pos Siskamling. Mulai dari kelengkapan sarana dan prasarana pendukung, kerapian administrasi, hingga simulasi kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi potensi gangguan keamanan. Setiap detail diperiksa dengan cermat untuk memastikan bahwa sistem ronda malam yang dijalankan warga bukan hanya formalitas, melainkan sebuah benteng pertahanan nyata yang mampu mencegah tindak kriminalitas di tengah dinamika ibu kota.

Kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari strategi Polres Metro Jakarta Selatan dalam menggalakkan partisipasi mandiri masyarakat. Melalui lomba ini, kepolisian ingin mendorong setiap rukun tetangga untuk tidak bergantung sepenuhnya pada aparat, melainkan membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Antusiasme warga Gandaria Utara dalam menyambut penilaian ini menjadi indikator positif bahwa budaya “siskamling” masih hidup dan relevan sebagai solusi keamanan berbasis komunitas di era modern.

Seluruh rangkaian penilaian berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan tanpa adanya kendala berarti. Usai melakukan verifikasi lapangan selama satu jam, tim penilai meninggalkan lokasi dengan memberikan sejumlah catatan konstruktif bagi pengembangan Siskamling di masa depan. Keberhasilan Gandaria Utara dalam menyelenggarakan penilaian ini diharapkan dapat memicu semangat kompetisi sehat antar-kelurahan lain di Jakarta Selatan, sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial demi terciptanya lingkungan yang kondusif dan bebas dari kejahatan. (Egi)