Jakarta , Nasionalreview – Tradisi tahunan Tasyakuran Sedekah Bumi yang digelar oleh warga Rukun Tetangga (RT) 003/RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, berlangsung khidmat meski diguyur hujan, Jumat (15/5/2026). Kegiatan yang merupakan agenda rutin tiga tahun terakhir ini semakin meriah saat Hujan Mengguyur acara. Tasyakuran sedakah Bumi tersebut
Acara yang berpusat di area Waduk Tiu Kampang Kramat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat. Menurut Madi, salah satu tokoh masyarakat setempat, kegiatan sedekah bumi ini memang telah menjadi agenda tetap yang dilaksanakan setiap tahun menjelang bulan Haji (Dzulhijjah).
“Kami laksanakan setiap tahunnya jelang bulan Haji sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa dan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujar Madi Tokoh masyarakat setempat
di sela-sela kegiatan.
Meskipun langit mendung dan turun hujan, antusiasme warga tidak surut. Guyuran hujan justru dinilai menambah kesejukan dan kemeriahan suasana acara. Para peserta atraksi Pencak Silat Seno Pengsima tampil memukau di tengah lapangan, menunjukkan kepiawaian mereka dalam memainkan jurus-jurus silat yang memadukan kekuatan dan keindahan gerak.
Kehadiran seni bela diri tradisional dalam acara sedekah bumi ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menghibur warga yang hadir. Kombinasi antara doa bersama, hiburan budaya, dan suasana alam di sekitar waduk menciptakan nuansa kekeluargaan yang kental.
Kegiatan berakhir dengan pembagian hidangan khas tasyakuran kepada seluruh warga yang hadir. Warga berharap, tradisi baik ini dapat terus lestari dan membawa keberkahan bagi lingkungan RT 003/04 Kelurahan Setu.
(Egi)








