Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW Jadikan Ladang Ibadah dan Pahala

MEGAPOLITAN, NEWS333 Dilihat

Jakarta, nasionalreview – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah serta meneladani akhlak dan ajaran mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tradisi masyarakat Muslim, peringatan ini umumnya berlangsung pada yang di Indonesia sangat populer pada 12 Rabiul Awal.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa kata maulid atau milad dalam bahasa Arab memiliki makna hari lahir atau kelahiran. Peringatan tersebut berkembang sebagai tradisi umat Islam setelah masa Rasulullah SAW dan menjadi ekspresi kegembiraan serta penghormatan kepada beliau.

Peringatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta (mahabbah) yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW Dengan mengenal beliau lebih dekat, umat Islam terdorong untuk memperbanyak shalawat dan mengikuti sunnah-sunnah beliau

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Ahzab ayat 21 bahwa pada diri Rasulullah terdapat uswatun hasanah, yaitu teladan yang baik bagi orang-orang yang berharap kepada Allah dan hari akhir serta banyak mengingat-Nya.

Untuk itu, Masjid Nuurul Hasah RW 01 Cijantung telah mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW .Menurut Imam al-Suyuthi, seorang ulama dari mazhab Syafi’iyyah, peringatan Maulid Nabi adalah aktivitas yang bernilai ibadah dan ladang pahala. Maulid Nabi SAW kali ini memasuki bulan 12 rabiul awal yang dalam kalender hijriyah masuk pada 25 Agustus 2026.

Lurah Cijantung .H Suparmadi,SE, dalam kesempatan acara maulid di Masjid Nuurul Hasanah dalam sambutannya berharap momentum peringatan maulid Nabi Muhammad ini untuk diambil hikmahnya.Untuk itu para jamaah perlu memiliki BCA, atau ( buku catatan amal ), karena Rasulullah mencontohkan akhlak yang baik terutama menyangkut hidup bersih untuk tidak membuang sampah. Sembarangan dan maaf termasuk buang hajat serta tak lupa taatlah membayar pajak,katanya.

Sementara, KH. M. Zainal Arifin, LC, MA dalam tausyiahnya menekankan, jadikan acara maulid Nabi agar tetap cinta kepada Nabi Muhammad SAW, maka mari kita ikhlas memperbanyak infak dan sodaqoh. Karena inilah Rasulullah akan memberikan safaatnya kepada kitaaw diyaumilkiyamah nanti.

Kewajiban tersebut akan terasa ringan dikerjakan apabila dilandasi dengan rasa cinta terhadap Rasulullah. Kewajiban tersebut diantaranya mengimani, mencintai, menaati, meneladani, menghormati, dan senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. (Budi)