Kasad Minta Lulusan Seskoad Jadikan Wawasan Strategis dan Integritas sebagai Kompas Kepemimpinan

MEGAPOLITAN, NEWS206 Dilihat

Bandung, nasionalreview – Di tengah dinamika keamanan global yang semakin tidak menentu dan kompleks, TNI Angkatan Darat (TNI AD) menegaskan bahwa kepemimpinan militer masa depan tidak lagi bisa hanya mengandalkan keunggulan taktis di lapangan. Lebih dari itu, dibutuhkan visi strategis yang luas dan integritas moral yang tak tergoyahkan.

Pesan tegas ini disampaikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., saat menutup Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Anggaran 2026, di Gedung Prof. Dr. Satrio, Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Dalam amanatnya, Kasad menekankan pergeseran paradigma yang krusial bagi para perwira menengah yang baru saja menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, peran Seskoad bukan sekadar pabrik ahli taktik, melainkan inkubator bagi calon pemimpin strategis bangsa.

“Peran strategis lembaga pendidikan Seskoad tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis dan taktis militer semata,” ujar Kasad di hadapan ratusan perwira siswa (pasis).

“Pengembangan wawasan strategis yang berlandaskan keilmuan dan kepemimpinan visioner, serta integritas moral dan karakter yang unggul sebagai generasi penerus perjuangan TNI Angkatan Darat.”

Jenderal Maruli menyoroti bahwa lanskap pertahanan negara di masa depan akan dipenuhi tantangan hibrida, mulai dari ancaman siber, disinformasi, hingga konflik asimetris yang menuntut kecepatan adaptasi teknologi. Oleh karena itu, lulusan Dikreg LXVII dituntut untuk memiliki pola pikir yang lentur namun prinsipil.

“Tantangan tugas ke depan menuntut hadirnya pemimpin militer yang tidak hanya unggul dalam profesionalisme keprajuritan, tetapi juga mampu berpikir strategis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki visi jauh ke depan dalam mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara,” tegasnya.

Kasad mengingatkan bahwa bekal ilmu yang diperoleh selama pendidikan harus diterjemahkan menjadi aksi nyata. Ia mengajak para lulusan untuk menjadikan integritas sebagai fondasi utama dan budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning) sebagai bahan bakar karir mereka. Tanpa integritas, kecanggihan strategi dan teknologi justru bisa menjadi bumerang bagi organisasi.

Upacara penutupan ini menjadi saksi wisuda bagi 279 Perwira Siswa yang telah menempuh pendidikan intensif. Komposisi peserta mencerminkan semangat sinergi dan kerja sama internasional, terdiri dari 255 pasis TNI AD, 4 dari TNI AL, 2 dari TNI AU, 7 dari Polri, serta 11 perwira dari negara sahabat. Dari jumlah tersebut, 276 pasis hadir langsung, sementara tiga lainnya sedang menjalankan tugas khusus di luar negeri.

Selama masa pendidikan, para pasis ditempa melalui kurikulum yang berorientasi pada manajemen strategis, perencanaan operasi gabungan, dan analisis lingkungan strategis. Tujuannya jelas: mencetak kader pemimpin yang siap mengemban jabatan strategis di berbagai matra, baik di lingkungan TNI, Polri, maupun dalam forum kerjasama pertahanan regional.

Sebagai bukti konkret dari kualitas pemikiran strategis yang dihasilkan, Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, penulis Tugas Karya Perorangan (Taskap) Terbaik Dikreg LXVII, memaparkan gagasan inovatifnya di hadapan Kasad dan para tamu undangan. Gagasan tersebut merupakan hasil kajian mendalam terhadap isu strategis terkini, yang diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran bagi pengembangan doktrin dan kebijakan pertahanan ke depan.

Penutupan Dikreg LXVII Seskoad ini bukan sekadar akhir dari sebuah proses pendidikan, melainkan garis awal bagi para perwira untuk memulai babak baru pengabdian. Dengan kompas wawasan strategis dan integritas yang telah ditanamkan Kasad, para lulusan ini diharapkan mampu menjadi nahkoda yang handal, membawa TNI AD mengarungi gelombang tantangan masa depan dengan percaya diri dan bermartabat.