TMMD ke-128 Resmi Dibuka di Kota Bekasi, Dandim Tegaskan Kolaborasi dan Fokus Infrastruktur–Kesejahteraan Warga

Megapolitan, News15 Dilihat

Bekasi, Nasionalreviuw – Upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kota Bekasi berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, Selasa pagi. Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bekasi sekitar pukul 09.30 WIB ini menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan pembangunan berbasis kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Selain seremoni pembukaan, rangkaian kegiatan TMMD turut diramaikan dengan pelayanan publik, layanan kesehatan, hingga pembagian sembako bagi warga sekitar lokasi. Kehadiran berbagai kegiatan tersebut disambut hangat masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan layanan langsung di tengah lingkungan mereka.

Komandan Kodim (Dandim) Letkol Krisrantau Hermawan dalam keterangannya menyampaikan bahwa program TMMD ke-128 ini mengusung sejumlah sasaran strategis, baik fisik maupun nonfisik. Untuk sasaran fisik, pembangunan difokuskan pada pengerasan jalan lingkungan, perbaikan drainase, serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak 15 unit. Namun demikian, ia mengakui bahwa alokasi anggaran awal sebesar Rp20 juta per unit masih tergolong minim.

“Kami telah melakukan evaluasi, dan memang anggaran tersebut belum ideal. Oleh karena itu, kami berupaya melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk mendapatkan tambahan stimulus agar hasil pembangunan lebih maksimal dan layak dirasakan masyarakat,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa total anggaran TMMD di Kota Bekasi mencapai sekitar Rp2,5 miliar, dengan kemungkinan tambahan sekitar Rp500 juta untuk mendukung program prioritas yang belum terakomodasi. Salah satu perhatian utama adalah penyediaan sumber air bersih, mengingat potensi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga Oktober mendatang.
“Kita sudah mulai merasakan suhu yang meningkat. Beberapa wilayah berpotensi mengalami kekurangan air, sehingga program pengeboran air menjadi salah satu langkah antisipatif yang akan kita lakukan,” tambahnya.

Di sisi lain, kegiatan nonfisik juga menjadi bagian penting dalam TMMD ke-128. Program seperti wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan, penyuluhan pertanian, hingga penguatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan turut digelar guna meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh.
Dandim menekankan bahwa keberhasilan TMMD tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat. Konsep “manunggal” antara TNI dan rakyat menjadi kunci utama dalam memastikan setiap program berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Pembangunan ini bukan hanya tugas TNI atau pemerintah semata, tetapi hasil kolaborasi semua pihak. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan, masyarakat harus terlibat agar hasilnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan lintas sektor, TMMD ke-128 di Kota Bekasi diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan rakyat dalam membangun daerah. (Egi)