Bappenas Tinjau Pelabuhan Merauke, Dorong Pembangunan Depo Peti Kemas Perkuat Logistik Papua Selatan

Daerah, Ekonomi, Nasional82 Dilihat

Merauke, Nasionalreview — Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meninjau operasional Pelabuhan Merauke sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem logistik dan memperlancar arus distribusi barang di wilayah Papua Selatan. Salah satu langkah strategis yang dibahas dalam kunjungan tersebut adalah rencana pembangunan depo peti kemas di luar area pelabuhan guna meningkatkan efisiensi layanan logistik. Minggu (8/3/26)

Peninjauan lapangan dilakukan oleh perwakilan Bappenas, Adi Perdana, dengan melihat langsung aktivitas bongkar muat di area dermaga serta kondisi lapangan penumpukan peti kemas. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (6/3) itu turut dihadiri Kepala Kantor KSOP Kelas IV Merauke Julivan Ch. L. Salindeho, manajemen PT Pelindo Terminal Petikemas (TPK) Merauke, perusahaan pelayaran, serta Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Dalam kesempatan tersebut, para pemangku kepentingan berdiskusi mengenai berbagai tantangan operasional yang dihadapi pelabuhan, termasuk kebutuhan pengembangan fasilitas pendukung logistik. Sejumlah masukan juga disampaikan terkait penataan operasional guna mendukung kelancaran arus barang di kawasan tersebut.

Kepala Kantor KSOP Kelas IV Merauke Julivan Ch. L. Salindeho mengatakan koordinasi antara operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, dan pelaku logistik selama ini berjalan baik dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan.

 

Menurut dia, berbagai upaya optimalisasi operasional terus dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan. Namun, keberadaan depo peti kemas di luar area pelabuhan dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung efisiensi layanan logistik di Merauke.

Usai peninjauan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi yang membahas penataan operasional pelabuhan serta rencana pengembangan fasilitas logistik. Ketua DPC ALFI/ILFA Merauke, Abi Bakri Alhamid, menilai pembangunan depo peti kemas di luar pelabuhan akan membuat proses penanganan kontainer menjadi lebih fleksibel dan mengurangi kepadatan aktivitas di dalam area pelabuhan.

Senada dengan itu, Kepala PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Cabang Merauke, Puji Hermoko, berharap pengembangan fasilitas pendukung logistik dapat segera direalisasikan. Ia menilai ketersediaan infrastruktur logistik yang memadai akan membantu meningkatkan efisiensi pelayanan kapal serta memperlancar arus barang dari dan menuju Merauke.

Dalam pembahasan tersebut, dua lokasi potensial untuk pembangunan depo dipertimbangkan, yakni kawasan Pelabuhan Perikanan seluas sekitar 3,8 hektare serta lahan milik Pelindo seluas sekitar 1,7 hektare di belakang kantor Pelindo. Selain itu, rencana pembangunan akses jalan menuju lokasi depo juga menjadi bagian dari pembahasan guna mendukung kelancaran distribusi logistik.

Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, menyatakan pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan terminal melalui penguatan peralatan operasional serta pengembangan infrastruktur. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator pelabuhan, dan pelaku usaha logistik, penguatan sistem logistik di Papua Selatan diharapkan semakin optimal serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. (Egi)