Berangkat dari Peristiwa Dialami Orang Tua, Koboi Lawyer Bertekad Menegakkan Keadilan Menenggelamkan Kezoliman

HUKUM, NEWS, PROFIL337 Dilihat

 

Jakarta, nasionalreview – Kezoliman yang menimpa orang tuanya saat dia masih duduk di kelas 1 SMP begitu membekas di dalam dirinya.

Betapa tidak, perangkat Desa Carita, Pandeglang, Banten, mengklaim tanah dan rumah yang ditempati orang tuanya bukan milik orang tuanya.

Tentu saja, sang pemilik nama Bang Koboi itu menangis melihat kezoliman itu. “Maklumlah, saat itu saya masih kecil. Saya nangis sejadinya. Apalagi, saat itu saya mau berangkat ke sekolah,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Setelah kejadian itu, pemilik nama lengkap Kusnadi itu berpikir keras agar menjadi orang pintar dan cerdas agar tidak dizolimi orang, seperti dialami orang tuanya.

“Saya berpikir harus pintar dan cerdas. Saya harus bantu orang tua  karena orang tua nggak punya, hanya seorang nelayan. Selalu disepelehin dan dibodoh-bodohin. Saya nggak mau hal itu terulang lagi,” tukasnya.

Melawan Ketidakadilan

Berangkat dari hal itu, Koboi pun berupaya untuk melawan kezoliman dan menegakkan keadilan. “Nah, dari situlah saya terpikir untuk menjadi lawyer (pengacara) agar bisa membela orang yang dizalimi, seperti yang menimpa orang tua saya,” tegasnya.

“Dan Alhamdulillah, dengan kejadian tersebut membuat saya menjadi seorang lawyer. Padahal sebetulnya cita- cita saya bukan jadi advokat,” katanya berterus terang.

Pria yang pernah menjadi ketua ormas Gabungan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) 212 ini mengakui, memang awalnya keinginan menjadi lawyer karena dendam lantaran orang tua diinjak-injak.

“Tapi saya dendam bukan ingin memenjarakan orang yang menghina orang tua. Saya melihat kezoliman ini jangan sampai terjadi ke orang lain, cukup ke orang tua saja,” jelasnya.

Koboi kemudian menjelaskan proses dirinya menjadi lawyer. Setelah lulus SMA dia langsung melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum di sebuah kampus di Serang, Banten.

Namun, proses kuliahnya tidak betjalan mulus. Pada senester tiga, dia terpaksa untuk sementara tidak melanjutkan kuliah karena menikah.

“Saya baru lanjut kuliah lagi pada 2010. Dan lulus 2014,” urai pria kelahiran Pandeglang, Serang 1970 itu.

Koboi mengaku bersyukur menjadi seorang pengacara. Dia senang bisa bantu orang. Karena disumpah untuk menegakkan keadilan. “Jadi senang bisa bermanfaat buat orang banyak,” tuturnya.

Dia pun punya tagline  ‘Tegakkan Keadilan Tenggelamkan Kezoliman’. Dengan tagline itu dia bertekad untuk menegakkan keadilan.

Terinspirasi Film Koboi

Dia kemudian mengungkapkan alasan kenapa dirinya menggunakan nama Koboi Lawyer. “Saya memang terinsipirasi film koboi yang serba nyentrik,” ujarnya.

“Kebetulan saya jarang pakai baju rapi dan  rambut gondrong. Pake anting, kalung. Penampilan koboi, tapi hatinya tidak terlalu koboi. Hehehe,” katanya berkelakar.

Dan menariknya, sambungnya, dalam film koboi, dia juga suka cara koboi dalam menyelesaikan masalah.

“Dan sebetulnya, memang  ada teman yang menjuluki saya koboi. Teman saya bilang ke saya, ente pas kalau pakai gaya koboi,” cetusnya.

Dari situ, pria yang hobi sepak bola itu mulai bergaya koboi. “Dan gaya koboi itu memang cocok dengan saya,” ucapnya.

Merintis Law Firm

Koboi mengakui, dia bersama rekannya sesama lawyer tengah merintis kantor hukum (Law Firm). Kantor Law Firm itu di bawah benderaTiara Citra Manunggal (TCM).

Kantor Law Firm yang didirikan pada 2026 ini berada di kawasan Slipi dan Bintaro. “Jadi, kita di Law Firm ada 9 orang. Kadang kita di Slipi, kadang di Bintaro,” paparnya.

Mengenai nama TCM, Koboi melanjutkan, itu sudah holding company. “Dulu punya showroom mobil namanya TCM (Tiara Citra Megah). Dan sekarang TCM jadi holding. Ada TCM Transportasi, TCM Pendidikan, TCM Pengadaan Barang, Meja, Kursi, Lqptop, buat gedung, bangunan, dan lain-lain,” ungkapnya.

Koboi kembali mengemukakan, karena banyak jenis usaha, maka dibuatlah Law Firm, Firma. “Daripada kita pakai lawyer dari luar, karena kita pengacara juga, maka dibuatlah Law Firm,” katanya.

Koboi bersyukur perkembangan Law Firm tersebut cukup pesat. Dan konsisten membantu orang yang mencari keadilan walaupun tidak punya uang.

“Kita juga ambil Probono. Membantu masyarakat yang tidak mampu dalam hal finansial,” tukasnya.

Dia mengakui, memang banyak orang yang terbentur dengan biaya, akhirnya tidak pakai lawyer. Padahal di negara ini banyak LBH. Ada bantuan hukum yang disiapkan di pengadilan.

“Nah, masyarakat ada asumsi pakai pengacara bayar. Padahal ada yang nggak bayar tapi harus pakai surat keterangan tidak mampu (SKTM). Tapi jangan bilang tidak mampu, namun di rumah ada mobil, ada  AC,” katanya. (Wan)