Jakarta, nasionalreview – Sekretaris Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Andrian Lame Muhar membantah kondisi Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, kumuh.
“Kalau dibilang pasar itu kumuh, bahasa itu harus diubahlah. Pasar Rawamangun masih layak kok ditempati pedagang,” ujarnya kepada wartawan di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2025).
Hal itu diungkapkan Andrian Lame Muhar menyikapi adanya pemberitaan yang menyatakan Pasar Rawamamgun kumuh.
“Dari kebersihan, setiap hari juga dibersihkan. Pedagang juga membayar biaya kebersihan. Kalau yang namanya kotor wajarlah, namanya juga pasar. Dari segi kenyamanan masih oke,” tukasnya.
Senada disampaikan Ketua Koppas Rawamangun, Kasih Mulyadi, yang menyatakan bahwa kondisi Pasar Rawamangun tidak kumuh.
“Untuk soal kumuh nggak ada. Yang lebih tahu kan orang dalam,” katanya kepada wartawan.
“Apalagi kita sebagai orang koperasi selalu koordinasi dengan PD Pasar Jaya dalam hal kebersihan. Dan setiap hari petugas kebersihan selalu diterjunkan membersihkan pasar,” sambung Kasih.
Untuk kenyamanan, dia kembali melanjutkan, harus selalu dijaga. Menurutnya, pasar harus bersih, rapih aman, dan nyaman.
Dia mengakui, keadaan di Pasar Rawamangun berjalan normal. Pedagang dan pembeli cukup ramai, terutama untuk kebutuhan pokok. “Sore hari, banyak dagangan pedagang yang sudah habis terjual,” cetusnya.
“Alhamdulillah ramai, normal seperti pasar pada umumnya. Yang dijual juga fresh dan berkualitas.”
Revitalisasi Pasar
Pasar Rawamangun berdiri sejak tahun 1990-an. Sudah barang tentu perlu ada perbaikan infrastukturnya.
Dan hal itu sudah disadari PD Pasar Jaya selaku pengelola Pasar Rawamangun.
Andrian Lame mengakui dalam waktu dekat Pemprov Jakarta akan merevitalisasi Pasar Rawamangun.
Namun, katanya, saat revitalisasi jangan sampai menmberatkan pedagang. Menurut dia, setiap revitalisas, pedagang akan mengeluarkan biaya untuk ambil alih kios. Walaupun masa kios bangunan sudah memasuki tahap akhir.
“Dengan revitalisasi, bangunan dikokohkan agar lebih kuat. Juga diperbaiki kelistrikanya agar tidak korsleting,” urainya.
Andrian Lame mengungkapkan, soal revitalisasi menyangkut kondisi bangunan yang sudah jatuh tempo. Karena menyangkut keselamatan pedagang dan pengunjung.
“Alhamdulillah PD Pasar Jaya sudah aktif berkomunikasi dengan koperasi pasar. Dengan diskusi tersebut akan ada jalan keluar, sehingga revitalisasi tidak memberatkan pedagang,” tandasnya.
“Dan kita minta koperasi pasar dilibatkan dalam revitalisasi tersebut. Karena anggota koperasi adalah pedagang yang tahu persis kondisi pasar tersebut,” tegasnya. (Wn)






