Depok, nasionalreview – Sejarah baru olahraga dan kemanusiaan Indonesia tertulis hari ini, Selasa (14/4/2026).
Di Gedung Gineung Pratidina, Mako Korbrimob Polri, Kemensos RI dan PB INKANAS resmi menyatukan kekuatan melalui MoU strategis.
Targetnya satu: Mengubah anak-anak berprestasi dari kalangan kurang mampu di 166 titik Sekolah Rakyat (dari Sabang sampai Merauke) menjadi Juara Dunia Karate.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut program ini sebagai “penulisan takdir dengan tinta emas”.
Menurutnya, anak-anak di Sekolah Rakyat adalah “intan terpendam” yang memiliki mental baja.
“Mereka sudah pemberani, tinggal kita asah. Dengan gizi terjamin di asrama dan latihan karate intensif, saya yakin 1-2 tahun lagi mereka akan menggebrak panggung nasional dan internasional,” ujar Gus Ipul optimis.
Program ini bukan sekadar olahraga, tapi benteng moral melawan narkoba dan kenakalan remaja.
Ketua Umum PB INKANAS, Komjen Pol Ramdani Hidayat (Dankorbrimob), menjamin keseriusan lembaga yang dipimpinnya.
Dengan struktur organisasi yang merasuk hingga ke tingkat Polsek di seluruh Indonesia, INKANAS siap menurunkan instruktur terbaik untuk menanamkan nilai Bushido dan Sumpah Karate.
“Kami tidak hanya mengajar teknik bertarung, tapi membangun karakter: jujur, santun, dan tangguh. Anak-anak ini akan kami bawa berkompetisi di turnamen bergengsi untuk menemukan jati diri mereka,” tegas Ramdani.
Aspek teknis pembinaan diserahkan langsung kepada para ahli. Djafar dari Majelis Tinggi Dewan Guru INKANAS memastikan kurikulum khusus berbasis prestasi akan segera diterapkan.
“Dewan guru dan pemegang sabuk hitam akan terjun langsung. Kami akan memadukan kekuatan fisik, intelektual, dan psikologis untuk menciptakan atlet yang utuh,” jelasnya.
Keunggulan program ini terletak pada sistem boarding school yang memungkinkan latihan harian intensif didukung gizi sempurna, sebuah fasilitas mewah yang jarang dimiliki calon atlet dari latar belakang serupa.
Ini adalah bukti nyata sinergi negara dalam mengangkat harkat martabat bangsa. Dari aula Depok, harapan baru bagi olahraga Indonesia lahir.
Bukan mustahil, nama-nama besar pencak silat dan karate masa depan akan berasal dari lorong-lorong Sekolah Rakyat ini, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih mimpi setinggi langit. (Egi)






