Depok, nasionalreview – Dalam rangka hari lngkungan hidup sedunia,D inas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menggelar acara forum discussion Suling Depok (suara lingkungan Depok). Adapun tema diskusi ‘Pengurangan Sampah di Hulu Sampahmu Tanggung Jawabmu’.
Kepala DLHK Kota Depok Abdul Rahman mengakui, masalah pengelolaan sampah masih menjadi polemik.
Wali Kota Depok Supian Suri menanggapi pernyataan Kepala DLHK Depok. Pemkot Depok, katanya, sudah berusaha mengatasi permasalahan pengelolaan sampah dan juga mengurangi penumpukan sampah di hulu/TPU Kota Depok.
“Kami (Pemkot Depok) kepengen mendengar di acara forum ini, mungkin ada input dan gagasan dari semua pihak, para penggiat sampah atau komunitas lingkungan yang fokus dan peduli mengatasi masalah pengelolaan sampah di Kota Depok,” tegasnya.
Supian menuturkan, sudah banyak kebijakan yang dibuat Pemkot Depok terkait permasalahan pengelolaan sampah. “Tetapi, itu hanya baru judul, setelah itu, tidak ada progresnya,” tukasnya.
Supian berharap semua pihak, yaitu para penggiat sampah dan komunitas lingkungan, berkomitmen terhadap solusi permasalahan pengelolaan sampah melalui bank sampah dan budidaya magot.
“Ayo kita duduk bareng dengan Pemerintah Kota Depok, dengan membuat masif program bank sampah dan budidaya magot. Tetapi, harus dikelola serius, dijadikan program yang bener- bener masif di Kota Depok. Sehingga, nantinya bisa memberikan pencerahan untuk semua pihak,” tandasnya.
Supian meminta Sekda Kota Depok agar program bank sampah dan budidaya magot ini dirumuskan.
“Jika nanti dikelola secara maksimal, kalau perlu bank s ampah secara resmi dilembagakan menjadi formal. Nah, nanti untuk mangsa pasarnya, kita bermitra dengan offtaker-offtaker yang akan bisa menerima produk dari bank sampah,” urainya.
Narasumber lain, Fikri Aswan juga sepakat dengan Kementerian Lingkungan Hidup yang sangat mendukung program bank sampah, dan dikelola menjadi peluang bisnis sosial.
“Program bank sampah juga dapat dikelola menjadi produk kompos dan budidaya magot. Tapi kendalanya kami butuh gudang dan juga terbentur dengan biaya. Idealnya, memang pengelolaan sampah itu harus di rumah terlebih dahulu. Dan, memamg perlu adanya penanganan khusus,” papar Fikri. (Pram)






