Gudang Elpiji Cimuning Lahap, 12 Korban Luka Bakar Dirawat Intensif

Megapolitan, News134 Dilihat

Bekasi, Nasionalreview – Kebakaran hebat melanda area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam. Insiden yang terjadi pukul 21.30 WIB ini mengakibatkan 12 orang mengalami luka bakar serius dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Pol Kusumo Wahyu Bintoro, mengonfirmasi jumlah korban tersebut pada Kamis (2/4/2026). Menurutnya, kondisi para korban cukup kritis dengan tingkat luka bakar mencapai 60 hingga 70 persen dari area tubuh.

“Sementara ini data di kami ada 12 korban, tersebar di beberapa rumah sakit. Mereka mengalami luka bakar cukup serius, antara 60-70 persen, dan hingga kini masih mendapatkan perawatan intensif,” ujar Kusumo di lokasi kejadian.

Korban diketahui merupakan campuran antara warga sekitar permukiman padat di dekat lokasi SPBE dan karyawan yang bertugas saat insiden terjadi. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendataan mendalam untuk memastikan tidak ada korban lain yang terlewat atau belum teridentifikasi.

“Mudah-mudahan jangan sampai ada korban jiwa. Ada dari warga, ada juga karyawan. Kami masih mendata semua,” tambah Kusumo dengan nada prihatin.

Api yang melalap gudang penyimpanan gas elpiji tersebut berhasil dipadamkan setelah petugas Damkar dari sejumlah pos berjibaku bersama warga setempat selama berjam-jam. Kepadatan permukiman di sekitar SPBE Cimuning menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam untuk mencegah api merambat ke rumah penduduk.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban meninggal dunia, meskipun kondisi 12 korban luka bakar masih dalam pantauan ketat tim medis. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang, termasuk kemungkinan adanya kebocoran gas sebelum terjadinya ledakan awal.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya standar keamanan di fasilitas penyimpanan bahan mudah terbakar yang berada di kawasan padat penduduk. (Egi)