Korban Arisan Bodong di Tangsel Tuntut Pengembalian Dana Rp16 Miliar

HUKUM, MEGAPOLITAN, NEWS572 Dilihat

Tangerang, Nasionalreview — Puluhan korban dugaan penipuan investasi bermodus arisan bodong mendatangi rumah seorang wanita berinisial NFA di kawasan Pagedangan, Tangerang Selatan, Sabtu (23/5/26). Kedatangan para korban dipicu kekecewaan lantaran dana yang telah disetorkan kepada terduga pelaku hingga kini belum juga dikembalikan.

Dalam aksi tersebut, para korban menuntut pengembalian uang yang ditaksir mencapai Rp16 miliar. Mereka mengaku selama ini dijanjikan keuntungan besar melalui skema over slot atau penjualan slot arisan nomor bawah dengan pencairan cepat dalam waktu dua bulan.

Salah satu korban, Natalia, mengatakan dirinya mengalami kerugian hingga Rp300 juta. Menurut dia, terduga pelaku menawarkan keuntungan antara Rp9 juta hingga Rp10 juta dari setiap slot arisan yang dijual kepada member.

“Awalnya semuanya terlihat lancar sehingga banyak orang percaya. Namun setelah uang disetor penuh, pelaku justru mengaku ikut tertipu dan membuat grup baru,” ujar Natalia kepada wartawan di Perumahan EONNA BSD Cluster AERRA, Pagedangan.

Kecurigaan para korban mulai muncul setelah mereka menemukan dugaan penggunaan nama fiktif dalam daftar peserta arisan. Dari total 15 nama dalam satu kuartal arisan, sebagian besar diduga tidak pernah ada, sementara slot tertentu disebut dijual berulang kali kepada banyak anggota berbeda.

Menurut pengakuan korban, NFA sempat berjanji akan mengembalikan dana pokok dalam waktu tiga bulan melalui pengajuan pinjaman bank. Namun saat jatuh tempo, terduga pelaku justru sulit dihubungi dan diduga meninggalkan rumah sejak pagi hari sebelum para korban mendatangi lokasi.

Situasi di lokasi sempat memanas ketika puluhan korban berkumpul di depan rumah terduga pelaku sejak pukul 07.00 WIB. Aparat kepolisian dari Polsek Pagedangan diterjunkan untuk mengamankan situasi dan menghindari terjadinya kericuhan.

Di sisi lain, sejumlah korban mengaku kecewa terhadap penanganan di lokasi karena menilai aparat kurang terbuka dalam memberikan informasi. Kekecewaan semakin bertambah setelah salah satu mobil mewah milik terduga pelaku diketahui keluar dari area rumah menggunakan mobil derek.

“Katanya aset itu tidak akan dipindahkan sebelum ada proses hukum, tapi kenyataannya mobil malah dibawa keluar. Kami jadi kehilangan kepercayaan,” kata Natalia.

Hingga berita ini diturunkan, beberapa korban diketahui telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Tangerang Selatan dan Polres Jakarta Selatan. Para korban berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas dugaan arisan bodong tersebut serta mengembalikan dana para member yang diduga telah disalahgunakan. (Red)