Jakarta, nasionalreview – Dalam semangat menebar cinta dan perdamaian, Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., turut hadir menyemarakkan perayaan Hari Raya Waisak 2570 Tarikh Buddha (TB) di Wihara Ekayana Arama Buddhist Center, Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu (31/05/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kodam Jaya ini menjadi simbol nyata komitmen militer dan pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama di ibu kota.
Sebanyak sekitar 9.500 umat Buddha berkumpul dengan khidmat untuk merayakan hari suci tersebut. Mereka didampingi oleh 28 Biksu dan Biksuni dari Sangha Agung Indonesia. Suasana pagi itu terasa sejuk dan penuh ketenangan, dimulai pukul 08.00 WIB dengan prosesi Pindapata (pemberian dana makanan kepada para biksu) yang dilanjutkan dengan Puja Bhakti.
Hari Raya Waisak sendiri merupakan momen sakral yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna (waisak), dan wafatnya (parinirwana) Buddha Gautama. Ketiga peristiwa ini menjadi refleksi bagi umat Buddha untuk senantiasa menempuh jalan kebenaran dan kebijaksanaan.
Ketua Umum Panitia Perayaan Waisak 2570 TB, Ir. Adi Sugandi, menyampaikan bahwa tema tahun ini, “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia”, dengan subtema “Waisak Ingatkan Kita Cara Melepas Ego”, memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Melalui perayaan ini, seluruh umat diajak untuk secara konsisten berbuat kebajikan demi kebahagiaan semua makhluk. Kita belajar melepaskan ego dan menciptakan kedamaian sejati di tengah-tengah masyarakat,” ujar Adi dalam sambutannya.
Perayaan yang berlangsung khidmat ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasarudin Umar, serta Walikota Jakarta Barat, Hj. Dr. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si. Kehadiran para pejabat sipil dan militer secara bersama-sama menunjukkan sinergi kuat antara elemen negara dalam merawat keberagaman.
Letjen TNI Deddy Suryadi dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya toleransi sebagai fondasi keutuhan bangsa. “Kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi menjadi simbol kuat dari komitmen negara dalam menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama. Ini adalah cara kita mempererat tali persaudaraan dan memperkuat komitmen bersama dalam menebar cinta kasih bagi sesama, tanpa memandang latar belakang,” tegas Pangdam Jaya.
Dengan berakhirnya rangkaian acara Waisak tahun ini, harapan besar tertuju agar nilai-nilai cinta kasih dan perdamaian yang digaungkan dapat terus hidup dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari warga Jakarta, khususnya di Jakarta Barat, sehingga tercipta lingkungan sosial yang harmonis dan saling menghargai. (Egi)












