Ratusan Personel Satgaster Koops TNI Habema ‘Serbu’ Benteng Rotterdam dan Makam Pangeran Diponegoro

Nasional, News73 Dilihat

Makassar, nasionalreview – Suasana berbeda terlihat di kawasan bersejarah Benteng Rotterdam dan kompleks Makam Pangeran Diponegoro pada Jumat pagi ini.

Ratusan personel berseragam loreng tampak sigap bergerak membawa peralatan kebersihan, menyapu halaman, memangkas rumput, dan membersihkan sudut-sudut bangunan cagar budaya.

Mereka adalah anggota Satuan Tugas Gabungan Teritorial (Satgaster) Koops TNI Habema yang dipimpin langsung oleh Wadansatgaster, Kolonel Inf Okky Risdianto, S.I.P., yang menggelar kegiatan karya bhakti sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian sejarah bangsa.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 09.00 WITA ini melibatkan sebanyak 277 personel Satgaster, bekerja bahu-membahu bersama 15 pegawai museum setempat.

Dengan semangat tinggi, para prajurit TNI tidak hanya fokus pada pembersihan area makam pahlawan nasional, tetapi juga merapikan lingkungan sekitar museum yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Indonesia.

Kolaborasi antara personel militer dan staf museum ini menciptakan suasana kekeluargaan yang kental, menunjukkan bahwa menjaga warisan bangsa adalah tanggung jawab bersama.

Kolonel Okky Risdianto menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih ini merupakan pemanfaatan waktu sandar dan transit pasukan yang sedang dalam perjalanan lintas laut menuju Papua.

Pasukan tersebut menumpangi KRI Teluk Palu (523) yang sebelumnya bertolak dari Jakarta. Daripada hanya menunggu waktu keberangkatan, pihaknya memilih untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan sekitar tempat mereka singgah.

“Kegiatan ini adalah bagian dari program Satuan Tugas Teritorial kami. Kami ingin memastikan bahwa setiap jeda waktu dalam tugas operasional dapat digunakan untuk hal-hal yang konstruktif,” ujar Kolonel Okky.

Ia menekankan bahwa penggunaan peralatan sederhana tidak mengurangi makna dari aksi ini. Justru, keterlibatan langsung tangan-tangan prajurit dalam membersihkan situs bersejarah menjadi simbol nyata penghormatan terhadap para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan.

Lebih lanjut, Wadansatgaster menambahkan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak selalu identik dengan operasi keamanan atau pertahanan militer. “Ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga nilai-nilai sejarah bangsa agar tetap hidup di hati generasi muda,” tuturnya.

Ia berharap langkah kecil ini dapat memperkuat semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat, serta menginspirasi pihak lain untuk turut serta merawat situs-situs bersejarah di Indonesia.

Apresiasi tinggi datang dari pihak pengelola Benteng Rotterdam. Mereka menyambut baik kontribusi nyata yang diberikan oleh Satgaster Koops TNI Habema. Menurut pengelola, kebersihan dan keindahan kawasan wisata sejarah ini sangat penting untuk kenyamanan pengunjung dan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Pangeran Diponegoro.

Kehadiran ratusan personel TNI yang bekerja dengan disiplin dan cepat dinilai sangat membantu dalam perawatan rutin kawasan tersebut.

Rencananya, kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan saat pasukan melakukan transit di Ambon sebelum melanjutkan perjalanan akhir ke Papua. Langkah ini mempertegas komitmen TNI bahwa di mana pun kaki mereka berpijak, pengabdian kepada negara dan rakyat akan selalu diutamakan.

Melalui aksi nyata seperti ini, TNI terus membuktikan perannya sebagai Tentara Rakyat yang selalu hadir, tidak hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga dalam melestarikan identitas dan sejarah bangsa demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Egi)