Sosialisasi RW Keren 2026, Camat Pondokgede Tekankan Bank Sampah dan Biopori Jadi Prioritas

Megapolitan, News42 Dilihat

Bekasi, Nasionalreview – Kecamatan Pondokgede menggelar sosialisasi Program Rukun Warga Bekasi Keren (RW Beken), Selasa (21/4/2026) di Pendopo Kecamatan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut keputusan Wali Kota Bekasi terkait dukungan infrastruktur serta pengadaan sarana dan prasarana untuk penataan lingkungan di tingkat RW.

Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah, menegaskan bahwa program RW Beken bertujuan mendorong lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan mandiri melalui peran aktif masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara RW dan kelurahan agar pelaksanaan program berjalan optimal di lapangan.

Dalam sosialisasi tersebut, pihak kecamatan menghadirkan perwakilan Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk memberikan penjelasan teknis, khususnya terkait mekanisme pencairan anggaran. Para lurah diminta menghadirkan jajaran terkait, sementara ketua RW diwajibkan membawa laporan kegiatan bank sampah sebagai bagian dari evaluasi.

Camat menjelaskan bahwa pencairan program RW Keren direncanakan mulai berlangsung pada Mei 2026. Untuk itu, seluruh RW diminta segera melengkapi persyaratan administrasi dan teknis. Ia juga menekankan penguatan program lingkungan, seperti penambahan biopori dan lubang kompos untuk mendukung resapan air dan pengelolaan sampah organik di tingkat RW dan RT.

Menurutnya, pengelolaan bank sampah di Pondokgede sudah menunjukkan hasil positif dengan hampir 485 warga aktif melakukan penimbangan. Namun, keaktifan tersebut akan menjadi salah satu syarat pencairan dana. RW yang tidak aktif dalam kegiatan bank sampah akan menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan program.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan fisik diingatkan agar tidak terlalu kompleks karena menggunakan skema swakelola tipe 4, sehingga harus diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan. Di akhir kegiatan, Camat juga menyoroti masih adanya RW dengan frekuensi penimbangan sampah yang minim dan meminta evaluasi agar standar keaktifan di seluruh wilayah dapat merata.( Egi)