Jakarta Nasionalreview– – Gerakan Jaga Bumi Menggema, Setu Babakan Dibersihkan dari Dominasi Ikan Sapu-Sapu Gaung kepedulian lingkungan terasa kuat di Setu Babakan saat peringatan Hari Bumi diisi dengan aksi nyata, bukan sekadar seremoni. Pangdam Jaya bersama Arif Kamarudin memimpin langsung kegiatan pengangkatan ikan sapu-sapu, spesies invasif yang selama ini mendominasi perairan dan mengancam keseimbangan ekosistem.
Dari sudut pandang lingkungan, langkah ini bukan hanya simbolik, melainkan intervensi penting untuk menyelamatkan habitat air tawar. Ikan sapu-sapu yang mampu berkembang pesat hingga mendominasi lebih dari 70 persen populasi terbukti merusak struktur dasar perairan, menurunkan kadar oksigen, dan mempersempit ruang hidup ikan lokal.
Keterlibatan sekitar 100 personel TNI dari Koramil jajaran Kodim 0504/Jakarta Selatan menunjukkan bahwa isu lingkungan kini telah menjadi tanggung jawab lintas sektor. Dalam satu kegiatan, sebanyak 200 kilogram ikan invasif berhasil diangkat, sekaligus diimbangi dengan pelepasan 500 bibit ikan lokal sebagai upaya restorasi.
Jika ditarik lebih luas, gerakan ini mencerminkan perubahan paradigma dalam menjaga lingkungan perkotaan. Tidak lagi sekadar menjaga kebersihan visual, tetapi juga menyentuh aspek ekologis yang lebih dalam, yakni keseimbangan rantai kehidupan di dalam air yang kerap luput dari perhatian publik.
Menariknya, pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada pengangkatan semata. Ikan sapu-sapu yang terkumpul dimanfaatkan kembali sebagai bahan pakan ternak dan olahan komunitas. Ini menunjukkan bahwa solusi lingkungan dapat berjalan beriringan dengan nilai ekonomi, sekaligus mengurangi potensi limbah baru.
Pada akhirnya, aksi ini menjadi gambaran kuat bahwa menjaga bumi bukan tugas segelintir pihak. Sinergi antara TNI, pegiat lingkungan, dan masyarakat membuka harapan baru bagi Setu Babakan untuk kembali menjadi ekosistem yang sehat. Gerakan “ Jaga Jakarta – Jaga Bumi” pun tak lagi sekadar slogan, melainkan langkah konkret menuju keberlanjutan. (Egi)






