Kota Bekasi, Nasionalreview – Anggota DPRD Kota Bekasi periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Murodi, S.Pd., menilai pelaksanaan Musrenbang yang digelar secara bersamaan oleh dua kecamatan merupakan langkah yang sah dan positif, terutama dari sisi efisiensi dan kondusivitas. Usai kegiatan Musrenbang pada Jumat ( 6/2/26 ) di aula Kecamatan Pondok gede.
Menurutnya, kekompakan antar wilayah tidak hanya penting secara personal, tetapi juga harus tercermin dalam pemerataan pembangunan.
Ahmad Murodi yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bekasi V itu berharap sinergi antara Kecamatan Pondok Gede dan Bekasi Barat dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa kekompakan tersebut harus menghasilkan pembangunan yang merata dan menyentuh kebutuhan warga di setiap kelurahan, terutama pada sektor yang paling mendesak.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 sejumlah pekerjaan pembangunan dimajukan, mulai dari tahapan pengukuran yang sudah dilakukan sejak akhir Januari.
Murodi mengaku turut memantau langsung proses tersebut bersama pihak terkait dan memastikan bahwa usulan yang diajukan oleh kedua kecamatan sebagian besar berfokus pada pembangunan infrastruktur, seperti jalan lingkungan, saluran air, serta penerangan jalan umum (PJU).
Menurutnya, kebutuhan PJU menjadi perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan keamanan lingkungan. Minimnya penerangan dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan sosial, terutama di titik-titik gelap yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda. Oleh karena itu, ia mendorong agar PJU di wilayah Pondok Gede dan Bekasi Barat diperbanyak dan menjadi prioritas.
Terkait jumlah usulan kegiatan, Murodi menyebutkan bahwa Kecamatan Bekasi Barat mengajukan sekitar 95 kegiatan, sementara Kecamatan Pondok Gede lebih dari 200 kegiatan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa DPRD akan melihat nilai anggaran dan tingkat urgensi masing-masing usulan agar realisasinya tetap masuk akal dan tepat sasaran. Ia juga meminta agar dana pemeliharaan yang masih tersedia dapat segera dimanfaatkan, khususnya untuk perbaikan jalan rusak yang kerap memicu kecelakaan.
Selain infrastruktur, persoalan banjir di wilayah Pondok Gede juga menjadi perhatian. Ahmad Murodi mendorong adanya langkah tanggap darurat, seperti penyediaan perahu karet untuk evakuasi warga saat banjir terjadi.
Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai pertolongan pertama sambil menunggu penanganan jangka panjang melalui anggaran daerah. Ia berharap seluruh usulan dari kedua kecamatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Egi)












