Arus Peti Kemas Capai 13,34 Juta TEUs Cerminkan Penguatan Aktivitas Ekonomi 2025

Ekonomi, Nasional, News156 Dilihat

Surabaya, nasionalreview  – Arus peti kemas yang melintasi seluruh terminal di bawah pengelolaan PT Pelindo Terminal Petikemas sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 13,34 juta TEUs.

Angka ini tumbuh 6,87 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 12,48 juta TEUs, sekaligus mencerminkan penguatan aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan nasional di tengah dinamika ekonomi global, Rabu (14/1/2026).

Dari total volume tersebut, arus peti kemas domestik tercatat sebesar 8,94 juta TEUs, sementara arus internasional mencapai 4,40 juta TEUs.

Komposisi ini menunjukkan peran dominan pasar domestik dalam menopang kinerja logistik nasional, di tengah upaya peningkatan konektivitas antarpelabuhan dan efisiensi layanan kepelabuhanan.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menilai pertumbuhan arus peti kemas tidak terlepas dari meningkatnya permintaan pengiriman barang serta bertambahnya kunjungan kapal di sejumlah terminal.

Kenaikan volume terlihat di berbagai daerah seiring ekspansi aktivitas ekonomi berbasis komoditas, seperti meningkatnya distribusi semen di Jambi, logistik pertambangan di Ternate, serta dukungan terhadap program strategis nasional di Merauke, Papua Selatan.

Pada segmen internasional, arus peti kemas tumbuh 10,28 persen dari 3,99 juta TEUs pada 2024 menjadi 4,40 juta TEUs pada 2025. Pertumbuhan paling menonjol terjadi di Terminal Teluk Lamong yang meningkat sekitar 25 persen, didorong penambahan lima layanan pelayaran baru.

Peningkatan ekspor ke pasar utama seperti Korea, Amerika Serikat, Jepang, dan China turut memperkuat kinerja terminal di Semarang dan kawasan timur Indonesia.

Ekonom senior INDEF Didik J. Rachbini menilai pertumbuhan arus peti kemas memiliki korelasi kuat dengan kinerja ekonomi nasional yang pada triwulan III 2025 tumbuh 5,04 persen secara tahunan.

Menurutnya, industrialisasi, investasi, dan ekspor merupakan motor utama pertumbuhan, sementara arus peti kemas menjadi indikator sekaligus prasyarat bagi efisiensi logistik.

Namun, Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group Agus Pambagio mengingatkan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur pelabuhan dan konsistensi kebijakan agar daya saing logistik nasional dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. (Red)