Bekasi, nasionalreview –
Owner Resto D Minggiran
Irene Rastra Rosita, yang akrab disapa Bunda Ita menceritakan perjalanan panjang di balik berdirinya resto berkonsep tradisional-modern tersebut.
Bukan hanya soal menu dan bangunan yang unik, Ita juga menekankan pentingnya kualitas, etika kerja, hingga proses membangun sumber daya manusia yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman sama sekali di industri kuliner.
Ita mengaku banyak karyawan yang datang dari latar belakang kerja berbeda, termasuk dari restoran cepat saji yang serba otomatis. Hal ini membuat mereka kaget ketika pertama kali memasuki dapur Resto D Minggiran.
“Anak-anak ini banyak yang datang dari tempat kerja berbeda. Di restoran burger besar itu semua pakai mesin, jadi mereka cuma mengoperasikan. Di sini semuanya manual, mereka harus bisa semua bagian. Itu yang membuat mereka bingung,” ujar Ita saat ditemui, Kamis (20/11/2025).
Meski begitu, Ita tidak menyerah. Ia melatih satu per satu stafnya agar memahami proses memasak secara manual. Menurutnya, etika dan sopan santun jauh lebih penting daripada sekadar keahlian teknis.

“Masak itu bisa dipelajari. Tapi etika itu bawaan karakter. Makanya saya tekankan sejak awal, kalian harus belajar semuanya, bukan hanya urusan dapur,” ungkapnya.
SOP Disiplin
Untuk menjaga kualitas layanan, Ita menerapkan standar waktu penyajian maksimal 15 menit. Ia bahkan memberi timer kepada tim dapur.
“Kalau lewat 15 menit belum keluar, mereka harus langsung cek kendalanya. Jangan sampai pelanggan menunggu terlalu lama,” jelasnya.
Ita tegas namun penuh perhatian. Ia tidak segan menegur apabila menemukan karyawan yang merokok di area kerja atau bekerja tidak sesuai etika pelayanan.
“Kalau mau merokok ya boleh, tapi bukan saat jam kerja dan bukan dekat pelanggan. Anak-anak akhirnya paham dan banyak yang berhenti merokok. Saya ingin mereka disiplin karena itu demi masa depan mereka sendiri,” tambahnya.
Membangun SDM dari Nol hingga Mandiri
Ita menekankan bahwa membangun usaha tidak sekadar membuka lapangan kerja, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak muda untuk belajar.
“Saya kasih semua resep ke anak-anak. Saya tidak pelit ilmu. Suatu saat mereka pasti keluar, dan saya ingin mereka sudah punya bekal,” ujarnya.
Menurutnya, banyak anak yang datang hanya bermodal keinginan bekerja, tanpa skill apa pun. Namun Ita melihat itu sebagai potensi.
“Mereka datang panas-panasan menunggu saya hanya untuk berharap diterima. Kalau ditolak, saya bisa bayangkan sedihnya. Makanya saya terima hampir semuanya. Yang penting mau belajar,” katanya.
Karyawan inti seperti bagian chicken, kue, dan helper bahkan sudah bersamanya sejak awal buka hingga sekarang. Total karyawan stabil berada di angka 11 orang.
Ragam Menu dan Konsultan Khusus
Resto D Minggiran menawarkan berbagai macam menu yang dikembangkan dengan bantuan trainer dan konsultan kuliner terpercaya.
Menu steak menggunakan tiga varian: sirloin, chicken, dan salmon. Tersedia tiga varian saus, yaitu black pepper, mushroom, dan brown sauce.
“Trainer saya itu ahli. Dia punya produk sendiri, resep black pepper, chicken, sampai mushroom,” jelas Ita.
Menu pasta dan olahan lainnya juga dikembangkan oleh konsultan bernama Pak Dedi yang spesialis masakan barat seperti olio dan carbonara. Sementara nasi goreng khas “tek-tek” menjadi satu-satunya menu goreng favorit pelanggan.
Dari Cateringan Rumahan, Kursus Bakery, hingga Brand Pizza Online
Perjalanan Ita di dunia kuliner dimulai jauh sebelum Resto D Minggiran berdiri. Ia pernah menjalankan catering rumahan, kemudian mendalami bakery tahun 2018–2019. Ia memiliki brand pizza online bernama Oma Pizza yang masih berjalan hingga sekarang.
“Awalnya cuma lihat YouTube, kok kayaknya mudah dan laris. Akhirnya saya kursus,” tukasnya. (Wn)






