Dokter Shelly Lavenia: Medical Heritage Bekasi Siap Atasi Jerawat, Kutil, dan Campak

Kesehatan, News45 Dilihat

Jakarta, nasionalreview – Ada tiga masalah kesehatan yang kerap dialami masyarakat, yaitu jerawat, kutil kelamin, dan campak.

Hal itu diungkap Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), dr. Shelly Lavenia Sambodo saat ditemui di tempat prakteknya, Medical Heritage Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026).

Dijelaskan dr. Shelly, ada empat faktor penyebab terjadinya jerawat. Pertama, bakteri Propionibacterium acnes. Kedua, kelenjar sebum yang terlalu aktif. Ketiga, hiperkeratinosit yang membuat kotoran mudah menyumbat. Dan keempat, proses inflamasi atau peradangan.

Menurutnya, jerawat paling banyak dialami oleh wanita usia 20–30 tahun dan remaja yang mulai menstruasi, karena pengaruh hormon seperti estrogen dan progesteron.

Faktor pemicu lain, sambung dr. Shelly,
adalah makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti makanan manis, cokelat, teh solo, serta minyak berlebih. Kosmetik yang menutup pori-pori juga dapat memperparah jerawat.

Dia kemudian membagi tingkat keparahan jerawat menjadi tiga kategori: ringan (komedo kecil), sedang (nodul namun tidak banyak), dan berat (kista hingga memenuhi wajah). Penanganannya pun disesuaikan, mulai dari obat topikal hingga obat minum dan suntik.

Untuk kutil kelamin, dr. Shelly menguraikan penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV) tipe 6, 8, 11, 16, dan 18 yang umumnya menular melalui hubungan seksual.

“Pengobatan yang dianjurkan adalah laser atau kauter. Namun, kutil kelamin dapat tumbuh kembali karena virus bersifat dorman. Berbeda dengan kutil di kaki (mata ikan) yang setelah dilaser biasanya tidak tumbuh lagi,” tukasnya.

Sedangkan campak, dr. Shelly kembali memaparkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus Measles dan menyebar melalui udara serta kontak.

Dia menekankan pentingnya vaksinasi MR atau MMR untuk perlindungan. Meskipun sudah divaksin, seseorang tetap harus waspada karena risiko tertular masih ada, namun dengan tingkat keparahan yang jauh lebih rendah dibandingkan yang tidak divaksin.

Agar terhindar dari berbagai penyakit tersebut, dr. Shelly pun memberikan tips sederhana, yaitu menjaga pola makan seimbang, mengurangi makanan manis dan berminyak, berolahraga 2–3 kali seminggu, istirahat cukup, serta tidak begadang. “Kopi boleh dikonsumsi asal tidak berlebihan,” cetusnya. (Wn)