Langkah Awal Tangani Sampah, TNI Hadirkan Riset Insinerator di Jatisampurna

Megapolitan, News144 Dilihat

Bekasi Nasionalreview— TNI melalui jajaran Kodim memulai langkah riset pengadaan insinerator di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, sebagai upaya mengurangi beban sampah di TPA Bantargebang. Usai pertemuan di aula Kecamatan Jatisampurna Rabu. (1/4/26)

Kegiatan di hadiri unsur Camat Jatisampurna ,Para Lurah. Dinas lingkungan hidup kota Bekasi beserta Kasdim 0507 /Bks dan unsur masyarakat

Danramil 02 Pondokgede, Mayor Infanteri Fajar Fitrianto mengatakan kegiatan tersebut telah diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Proyek ini, menurut dia, masih bersifat riset karena belum adanya regulasi teknis dan legalitas resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait penggunaan insinerator.

“Ini masih tahap riset. Kami menjalankan atas petunjuk komando untuk mencari solusi penanganan sampah, khususnya pascakejadian longsoran di Bantargebang,” kata Fajar.

Ia menjelaskan, TNI bekerja sama dengan tim instalator dari Bandung untuk menghadirkan unit insinerator di wilayah tersebut. Keberadaan alat ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah kiriman dari Bekasi dan wilayah lain ke TPA Bantargebang.

Menurut Fajar, hampir seluruh wilayah Kota Bekasi dan sebagian DKI Jakarta masih bergantung pada Bantargebang sebagai lokasi pembuangan akhir sampah.

Realisasi proyek ditargetkan mulai awal April, meski masih terdapat kendala lahan yang saat ini ditempati pelaku usaha tanaman hias tanpa izin resmi. Pihaknya mengaku telah melakukan pendekatan persuasif dan mendapat respons positif dari para penghuni.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema relokasi bagi warga yang menempati lahan secara tidak sah ke rumah susun sewa (rusunawa) yang tengah disiapkan.

Fajar menambahkan, kebutuhan lahan untuk insinerator relatif terbatas, namun pembangunan akses jalan menjadi perhatian utama guna mendukung mobilitas truk sampah dan mencegah kemacetan.

Ia berharap, langkah ini dapat menjadi solusi sementara dalam penanganan sampah sambil menunggu realisasi proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik oleh pemerintah pusat.( Egi)