Program Infak Sedekah Sampah Jadi Penggerak Aksi Peduli Budaya Sampah di Lingkungan Kampus

Megapolitan, News315 Dilihat

Jakarta, nasionalreview – Kampus Tercinta IISIP Jakarta punya forum komunitas peduli terhadap sampah dan lingkungan.

Forum yang dibentuk mahasiswa ini pas berbarengan dengan kegiatan budaya Betawi yang digelar baru-baru ini di IISIP Jakarta.

Forum ini mensosialisasikan program infak sedekah sampah kepada para mahasiswa dan juga warga sekitar kampus IISIP Jakarta di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Rektor IISIP Jakarta Dr.Ir Ilham P. Hutasuhut M.M, menuturkan, program infak sedekah sampah dipelopori dari semangat melalui ide kreatif mahasiswa untuk berbagi sesama dan juga bermanfaat.

“Dari, sesuatu ya dianggap sepele, yaitu sampah,” tegasnya saat ditemui nasionalreview.com di ruangan kerjanya, baru-baru ini.

Menurutnya, limbah sampah bukan sebagai suatu masalah. Tetapi, sebagai suatu peluang beramal.

“Sampah kertas dan juga, plastik, bisa dijadikan sedekah, karena bisa, loh sangat berharga. Bila disalurkan ke pemulung dan pengepul, yang membutuhkan dan jadi manfaat, pastinya,” cetus Ilham.

“Sesungguhnya, program infak sedekah sampah tercetus dari, mata kuliah baru, kampus IISIP, yakni Komunitas. Lantas, dosen IISIP, berkolaborasi dengan mahasiswa, sepakat buat program infak sedekah sampah,” urainya.

Sambungnya, program ini akan dilegalkan. “Tetapi, nanti yang bergerak, bukan kami lagi. Ya, nanti para mahasiswa yang peduli mengaplikasikan program itu. Nah, logikanya, kalau mahasiswa yang berinisiatif itu akan lebih bagus,” terang Ilham.

Dukungan pun datang dari
Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan Rusmantoro. “Kami support program infak sedekah sampah. Karena program ini mengedukasi rasa peduli terhadap sampah dan lingkungan,” tukasnya.

“Dan kita ketahui ‘biangnya” yang bikin banjir adalah limbah sampah,” tandas Rusmantoro.

Dia kembali mengungkapkan, jika program infak sedekah sampah diaplikasikan sebagai aksi budaya peduli sampah dan lingkungan akan lebih bermanfaat.

“Ayo kita sadar dan peduli sampah dan lingkungan agar banjir tidak menjadi polemik di Jakarta. Dan limbah sampah bisa terurai jadi produk yang produktif serta bisa menebar berkah dan manfaat,” tegas Rusmantoro. (Pram)