Jalan Jadi Kubangan, Pajak Dibayar, Warga Jatiluhur Merasa Diabaikan

Megapolitan, News335 Dilihat

Bekasi, Nasionalreview — Jalan Tekel di RW 11, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, berubah menjadi kubangan setiap kali hujan turun. Genangan air setinggi 30 hingga 50 sentimeter rutin menutup badan jalan. Saat hujan deras, ketinggian air bahkan disebut mencapai 80 sentimeter dan merendam rumah warga.

Kondisi ini telah berlangsung lebih dari satu bulan tanpa penanganan yang terlihat di lapangan.
Husain, warga RT 01/11, mengatakan genangan tidak lagi bisa dianggap persoalan musiman. Setiap hujan turun, akses keluar-masuk lingkungan terhambat.

Kendaraan kerap mogok, anak-anak kesulitan berangkat sekolah, dan aktivitas warga lumpuh. “Sudah lebih dari sebulan begini. Tidak ada perubahan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Warga menilai penyebab utama terletak pada saluran drainase yang sempit dan tidak berfungsi optimal. Air hujan yang seharusnya mengalir justru meluap ke jalan dan masuk ke permukiman. Kerja bakti rutin yang dilakukan warga hanya mampu mengurangi genangan sementara, tanpa menyentuh akar persoalan.

Kekecewaan semakin terasa karena janji penanganan dari pemerintah setempat belum juga terealisasi. Hingga kini, warga mengaku belum melihat langkah konkret seperti normalisasi saluran atau perbaikan infrastruktur drainase. “Kami hanya ingin solusi nyata, bukan janji,” kata Yana, warga lainnya.

Sorotan warga juga mengarah pada pemanfaatan pajak kendaraan bermotor yang mereka bayarkan setiap tahun. Mereka mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam mengembalikan pajak tersebut dalam bentuk layanan publik yang layak. “Kami taat bayar pajak, tapi jalan rusak dan banjir dibiarkan. Wajar kalau masyarakat bertanya-tanya,” ujar seorang warga.

Di tengah pesatnya pembangunan kawasan perumahan dan komersial di sekitar Jatiasih, warga berharap pemerintah tidak mengabaikan infrastruktur dasar di lingkungan permukiman lama. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai jadwal dan langkah konkret penanganan genangan di RW 11 Jatiluhur.

“Perumahan mewah boleh berkembang, tetapi kampung juga harus ikut diperhatikan,” kata seorang warga. Kepada awak media. (Egi)