Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan

Daerah, News124 Dilihat

Surabaya, nasionalreview — Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Sejumlah pelaku usaha logistik mulai menerapkan berbagai strategi guna memastikan distribusi barang tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat, Kamis,(05/03/26)

Peningkatan arus logistik tersebut antara lain terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Tengah–DIY, Teguh Arif Handoko, menyebutkan volume kargo mengalami kenaikan signifikan hingga sekitar 130 persen dibandingkan periode normal.

Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kenaikan tersebut terlihat dari rotasi kontainer yang biasanya rata-rata sekitar 2.800 unit per hari meningkat menjadi sekitar 3.000 unit per hari. Selain dipicu momentum Lebaran, aktivitas logistik juga terdorong oleh pertumbuhan investasi industri di Jawa Tengah, seperti di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

“Tahun 2023 sekitar 700.000 TEUs, 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta TEUs. Ini signifikan, walaupun perusahaan di kawasan industri KIK dan KITB baru sekitar 20 persen yang sudah produksi dan operasi,” ujar Teguh.

Sementara itu, kepadatan arus logistik juga diperkirakan terjadi di Jawa Timur. Ketua ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, mengatakan lonjakan arus logistik menjelang Lebaran diprediksi meningkat hingga sekitar 80 persen, mengingat Surabaya selama ini menjadi salah satu jalur distribusi utama menuju wilayah Indonesia Timur.

Menurut dia, strategi pengalihan lokasi penyimpanan menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan barang di Pelabuhan Tanjung Perak. Gudang yang biasanya digunakan untuk ekspor akan dimanfaatkan sementara untuk menampung barang impor, setelah melalui koordinasi dengan pihak Bea Cukai.

“Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada dua terminal utama, yakni Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya,” kata Wibisono.

Di sisi lain, PT Pelindo Terminal Petikemas juga telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan arus logistik tersebut. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan sistem operasi terminal yang digunakan saat ini memungkinkan perencanaan pelayanan bongkar muat kapal peti kemas dilakukan sejak jauh hari.

Menurutnya, terminal dapat memprediksi tingkat kepadatan tambatan kapal di dermaga (berth occupancy ratio) serta kepadatan lapangan penumpukan peti kemas (yard occupancy ratio). Antisipasi dilakukan dengan mengoptimalkan kapasitas lapangan penumpukan karena peti kemas diperkirakan akan berada lebih lama di dalam terminal selama masa pembatasan angkutan barang menjelang Lebaran.

Selain itu, pengelola terminal bersama para pemangku kepentingan juga menyiapkan lokasi overbrengen atau pemindahan lokasi penumpukan guna mengurai kepadatan di area terminal.

Selama masa libur Lebaran, operasional terminal peti kemas tetap berjalan normal selama 24 jam setiap hari untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berlangsung lancar.(Egi)