Dengan The Power of Segelas Kopi, Indofast Sukses Kembangkan Bisnis

Ekonomi, News26 Dilihat

Jakarta, nasionalreview – Di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat, sebuah perusahaan IT lokal bernama Indofast Digital telah membuktikan bahwa kepercayaan dan jaringan personal masih menjadi kunci sukses berbisnis.

Indofast Digital merupakan startup yang fokus pada Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), mengklaim 90 persen kliennya datang melalui apa yang mereka sebut ‘the power of segelas kopi’.

Menurut Direktur Utama Indofast Digital, Dionisius A. Wibisono, pihaknya
memiliki prinsip the power of segelas kopi, karena semua berdasarkan network, dari teman ke teman.

Dia mengungkapkan, strategi sederhana namun efektif ini terbukti mampu membawa perusahaan yang didirikan bersama Mira Namira itu menangani proyek-proyek besar, seperti pengerjaan ribuan tititk CCTV tetapi belum bisa mengungkapnya dengan terang.

“Indofast Digital menghadirkan sistem terintegrasi yang menggabungkan IoT dan AI untuk predictive maintenance. Teknologi ini memungkinkan perusahaan memprediksi kerusakan mesin sebelum terjadi,” ujar Dionisius A. Wibisono di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

“Misalnya udah 10 persen aja, si sensornya ngirim data: ‘Eh ini filternya perlu diganti.’ Jadi si pabrik bisa hemat cost, nggak harus tunggu rusak 100 persen,” sambung Mira Namira selaku Marketing Direktur.

Ditambahkan Mira, dengan maintenance yang tepat waktu, umur mesin yang seharusnya habis dalam 5 tahun bisa bertahan hingga 10-15 tahun, menghemat biaya investasi peralatan baru yang mencapai miliaran rupiah.

Filosofi Unik 

Indofast Digital mempunyai filosofi unik dalam menghadapi persaingan usaha. Mereka menempatkan harga sebagai prioritas kedua setelah kepercayaan dan kualitas solusi.

“Harga itu nomor dua. Karena pertama kita sudah pegang networknya,” tukas Dionisius seraya menambahkan bahwa yang dicari adalah kenyamanan.

Perusahaan ini menawarkan solusi tailor-made yang dinamis, menyesuaikan dengan kebutuhan klien—baik pemerintah maupun swasta. Proses pengerjaan melibatkan beberapa tahap: penggalian kebutuhan, brainstorming, hingga pembuatan prototype sebelum disajikan ke klien.

Mobile Developer hingga AI

Indofast Digital memulai usaha dari pengembangan aplikasi mobile sebelum bertransformasi ke IoT.

Perusahaan ini mengklaim telah mengembangkan chatbot berbahasa Indonesia bahkan sebelum Meta AI diluncurkan.

“Sebelum Meta itu lahir, kita sudah menciptakan duluan. Bahkan versinya bahasa Indonesia,” tandas Dionisius.

Kini, mereka tengah mengembangkan AI assistant untuk UMKM yang lebih terjangkau dan mudah digunakan, dengan proses training yang lebih cepat dibanding kompetitor.

Dengan kombinasi keahlian teknis, manpower IT yang solid, dan strategi bisnis berbasis kepercayaan, Indofast Digital membuktikan bahwa di era digital sekalipun, hubungan personal tetap menjadi fondasi bisnis yang kokoh. Atau seperti yang mereka sebut: the power of segelas kopi

CCTV Pintar Melampaui Fungsi Rekaman Biasa

Sementara, proyek CCTV yang dikembangkan Indofast Digital jauh melampaui fungsi rekaman biasa.

Sistem mereka mampu mendeteksi jumlah kendaraan, menghitung kerumunan massa, bahkan membaca plat nomor kendaraan.

“Plat nomor mobil itu nanti kebaca, nanti langsung ke-link database. Jadi kalau misalnya ada kecelakaan, real time kita tahu ini mobilnya siapa,” ungkap Mira.

Yang membedakan dari kompetitor adalah sistem sentralisasi. Jika sebelumnya setiap vendor menggunakan platform berbeda yang menyulitkan koordinasi, Indofast Digital menciptakan satu dashboard terpadu untuk memantau seluruh kamera di satu kota.

Bahkan, perusahaan ini tengah mengembangkan teknologi AI untuk mengidentifikasi ambulans dan otomatis mengubah lampu merah menjadi hijau—sebuah mimpi besar untuk smart city masa depan.

Sistem Parkir Tanpa Kartu

Indofast Digital juga mengembangkan
Inovasi terbaru yaitu sistem parkir otomatis tanpa tap kartu.

Saat kendaraan masuk, kamera langsung menangkap plat nomor, wajah pengemudi, dan karakteristik mobil. Plat nomor kemudian dijadikan ID unik yang mencatat waktu masuk-keluar.

“Nggak perlu tap-tapan kartu. Masuk, di-capture, jebret! Pelat nomor itu kami jadikan ID,” ujar Dionisius.

Sistem ini bahkan bisa mengenali pola kunjungan. Jika ada kendaraan mencurigakan, security bisa langsung tahu karena data historis tersimpan lengkap. (Wn)

.