Ketika Lansia Kembali ke Bangku Sekolah: Kisah Sekolah BKL Sejati Jatisampurna

Megapolitan, News349 Dilihat

Bekasi , nasionalreview  – Suasana Aula Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/1/2026), tampak berbeda dari biasanya.

Puluhan lansia duduk rapi, saling menyapa, dan mengikuti kegiatan belajar dengan antusias. Mereka adalah peserta Sekolah Perdana Bina Keluarga Lansia (BKL) Sejati Kelurahan Jatisampurna yang resmi memasuki periode ketiga pada Tahun Ajaran 2026.

Sekolah Lansia BKL Sejati mengusung tema “Lansia Smart, Sehat, Mandiri, Produktif, dan Bermartabat.” Program ini dirancang bukan sekadar ruang belajar, melainkan wadah bagi para lansia untuk tetap aktif, sehat secara fisik dan mental, serta merasa dihargai dan dibutuhkan di lingkungan sosialnya.

Kepala Sekolah Lansia BKL Sejati Jatisampurna, Lusi Endang Sudarmani, mengatakan sekolah lansia ini berdiri sejak 2024 dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Mulai dari jenjang S1, berlanjut ke S2, hingga kini memasuki S3.

“Saat ini ada 30 peserta yang sudah berada di S3, dengan total 52 peserta dari dua sekolah lansia. Selain belajar, mereka juga mengikuti pelatihan dan bahkan mampu meraih prestasi, seperti juara pertama lomba fashion show,” ujarnya.

Bagi Camat Jatisampurna Nata Wirya, para lansia bukan hanya murid, tetapi juga sumber pengetahuan. Banyak dari mereka yang memiliki latar belakang sebagai mantan dosen, pejabat, hingga tenaga profesional dengan pendidikan S1 dan S2.

“Karena pengalaman itu, kami tidak hanya memposisikan mereka sebagai siswa, tetapi juga sebagai narasumber atau ‘dosen’ sesuai keahliannya,” kata Nata.

Peserta Sekolah Lansia ini berasal dari lima kelurahan di Kecamatan Jatisampurna, dengan latar belakang kehidupan yang beragam.

Sebagian besar merupakan single parent yang menemukan ruang kebersamaan di sekolah lansia. “Mereka berkumpul dengan orang-orang yang satu frekuensi, merasa nyaman, dan menemukan kebahagiaan tersendiri. Dampaknya, kondisi kesehatan mereka juga semakin baik dan jarang sakit,” ujar Nata.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi Kusnanto menilai Sekolah Lansia menjadi bukti bahwa usia lanjut bukan akhir dari produktivitas. “Kami ingin memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, dan berperan aktif di masyarakat. Lansia bukan beban, melainkan aset yang harus terus diberdayakan,” ucapnya. (Egi)