Perawat Wound Care Clinik RS Dharmais, Pejuang Kualitas Hidup Pasien

KESEHATAN, NEWS550 Dilihat

Jakarta, nasionalreview — Masih ingatkah sosok perawat wanita legendaris pertama yang menjadi pelopor dan inisiator keperawatan modern dunia. Florence Nightingale , yang lahir 226 tahun lalu dan atas jasanya namanya menjadi simbol Hari Perawat Internasional sedunia

Florence, kontribusinya begitu besar dalam membantu penyembuhan perawatan pasien luka kronis dan akut , yang ditangani dengan metodologi statistik dan diagram lingkaran. Menurutnya , dengan sanitasi yang baik akan cepat menyembuhkan dan mengurangi angka kematian pasien.

Regenerasi profesi wound care clinic paska abad 21 ini, justru lebih canggih dan profesional. Salah satunya klinik perawatan luka,stoma dan kontinence yang ada di RS Dharmais Jakarta.

Suster klinik luka RS Dharmais memiliki sertifikasi ( WOC Nurse ) karenanya memiliki peran yang amat krusial, dan memiliki kelebihan dan keunggulan tersendiri dengan memberikan pelayanan khusus. Dan berfokus pada luka akut dan kronis akibat kangker – tumor ( fungating tumor ), maupun paska operasi

Perawat RSKD senantiasa melakukan intervensi khusus bagi pasien luka fisik,terutama untuk mengatasi pendarahan, mengelola bau luka, eksudat – keluarnya cairan luka dan rasa nyeri.

Penanganannya perawatan luka bekerjasama dengan ahli gizi, dokter spesialis ongkologi, dan tenaga medis lainnya . Keperawatan luka yang ditangani suster RSKD mengedepankan profesionalitas dan pendekatan pengobatan kanker tindak lanjut yang komprehensif.

Suster helen dan rekan kerja keperawatan klinik luka di RSKD setidaknya memiliki masa tugas 8 hingga 10 tahun. Mereka umumnya memiliki suka duka dalam menangani pasien luka kanker dan non kanker.Teknik keperawatan modern dressing menjadi pelayanan utama untuk menciptakan kualitas hidup pasien kanker di RSKD. ( Budi )