Jakarta, Nasionalreview – Suasana Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) di Jakarta Kamis ( 16/4) pagi ini dipenuhi semangat baru seiring digelarnya Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128. Sebagai langkah strategis awal tahun, kegiatan ini menjadi pondasi utama dalam memantapkan koordinasi dan memastikan kesiapan pelaksanaan program di 47 kabupaten/kota sasaran seluruh Indonesia. Kehadiran para pejabat tinggi TNI AD, perwakilan kementerian, hingga kepala daerah menandakan bahwa pembangunan desa bukan lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang terencana dengan matang.
Mengusung tema besar “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, Rakornis ini dirancang sebagai momentum krusial untuk menyamakan persepsi di antara semua pemangku kepentingan. Fokus utama tahun ini tertuju pada percepatan pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), di mana akses infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat masih menjadi tantangan utama. Tema ini dipilih untuk menegaskan bahwa setiap langkah kecil di desa adalah kontribusi besar bagi ketahanan dan kemajuan bangsa secara keseluruhan.
Dalam forum yang berlangsung komprehensif tersebut, dibahas secara mendalam mengenai peta jalan pelaksanaan, mulai dari mekanisme teknis di lapangan hingga strategi optimalisasi hasil program. Para peserta tidak hanya berbicara tentang target angka, tetapi juga merumuskan pendekatan humanis agar program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Diskusi juga mencakup pemaparan detail mengenai Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) TMMD ke-128, yang diharapkan dapat mendongkrak publikasi positif seputar kemanunggalan TNI dan rakyat.
Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Rachmat Zulkarnaen, melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Waaster Kasad Bidang Renjemen Teritorial Brigjen TNI Jamaluddin, menekankan esensi TMMD sebagai program lintas sektoral. Ia menyatakan bahwa TMMD adalah wujud nyata cinta TNI kepada rakyat, di mana prajurit turun langsung membantu pemerintah mengatasi kesulitan warga. “TMMD diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi kesulitan rakyat, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat guna meningkatkan ketahanan wilayah,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Rincian sasaran fisik TMMD ke-128 menjadi sorotan utama dalam rakornis ini, yang meliputi pembangunan dan perbaikan infrastruktur vital seperti jalan usaha tani, jembatan penghubung antar-dusun, serta renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Selain itu, penyediaan sarana air bersih dan fasilitas umum lainnya juga menjadi prioritas untuk menunjang ekonomi lokal. Pembangunan fisik ini direncanakan akan dikerjakan dengan prinsip cepat, tepat, dan berkualitas, melibatkan tenaga prajurit bersama-sama dengan warga setempat dalam suasana kekeluargaan.
Di sisi lain, sasaran nonfisik mendapatkan porsi pembahasan yang tak kalah penting, mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, pemahaman bela negara, layanan kesehatan gratis, hingga inovasi di bidang pertanian. Program nonfisik ini ditujukan untuk membangun mentalitas dan kapasitas sumber daya manusia agar masyarakat desa tidak hanya sejahtera secara materi, tetapi juga tangguh secara ideologi. Melalui pendekatan ini, TMMD ke-128 berupaya menciptakan desa yang mandiri, sadar hukum, dan memiliki semangat gotong royong yang kuat.
Harapan besar digantungkan pada hasil Rakornis ini, di mana seluruh pihak yang terlibat diharapkan telah memahami peran dan tanggung jawab masing-masing secara utuh. Dengan koordinasi yang solid sejak tahap perencanaan, pelaksanaan TMMD ke-128 di 47 daerah ditargetkan berjalan optimal, efektif, dan memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan komponen masyarakat lainnya menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan mimpi membangun negeri mulai dari titik terkecil, yaitu desa.
Sebagai penutup yang menggugah semangat, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) kategori Dansatgas serta insan media yang telah berkontribusi aktif memublikasikan kegiatan TMMD ke-127 sebelumnya. Apresiasi ini menjadi bukti bahwa narasi positif tentang perjuangan membangun desa perlu terus disebarluaskan. Dengan ditutupnya rakornis ini, seluruh elemen bangsa kini siap melangkah serentak, membawa harapan baru bagi 47 daerah sasaran untuk bangkit dan berkembang bersama TMMD ke-128.( Egi )












