Andrian Tegaskan Swasembada Pangan Harus Diiringi Stabilnya Harga

Ekonomi, Nasional, News211 Dilihat

Jakarta, nasionalreview – Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) bersyukur Indonesia sudah swasembada pangan.

Demikian ditegaskan Ketua Hubungan Antarlembaga Inkoppas, Andrian Lame Muhar kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (2/8/2025).

Dia menambahkan, sejak zaman orde baru Indonesia sudah swasembada pangan. “Yang jadi persoalan, dari swasembada apakah bisa menurunkan harga atau tidak?” tegasnya.

Menurutnya, akan menjadi percuma, produksi banyak namun masyarakat tidak bisa membelinya. Dan ini harus menjadi perhatian.

“Alhamdulillah dengan swasembada pangan, Presiden telah menggas supaya sektor hulu kita, nelayan, petani, peternak, semakin meningkatkan priduktivitas, sehingga barang tercukupi. Tidak impor lagi. Kecuali yang tidak bisa diproduksi di Indonesia,” terangnya.

Menurut Andrian, salah satu poin Indonesia Emas 2045 adalah ketahanan pangan. Dan itu bisa diwujudkan.

Namun demikian, ada komoditi seperti bawang putih, paprika, yang kurang bagus diproduksi di Indonesia. “Nah itu bisa diiimpor.”

Andrian pun berharap agar pemerintah mempermudah proses importasi barang yang memang harus diimpor, seperti bawang putih dan paprika.

“Sehingga harganya stabil. Bukan hanya barang Indonesia saja yang stabil, barang impor juga stabil,” cetusnya.

Ayam dan Telur untuk MBG

Andrian pun menyambut baik terkait swasembada pangan, khususnya ayam dan telur, yang akan mendukung program makan bergizi gratis (MBG).

Sudah barang tentu, sambungnya, program MBG membutuhkan pasokan pangan yang banyak. “Dan itu bisa menggenjot petani, peternak, dan nelayan agar mendapatkan hasil yang banyak dan baik,” tukasnya.

Andrian mengemukakan, program ini bagus untuk bidang hulu, sehingga petani, peternak, dan nelayan bisa meningkatkan produksi. Jadi produksi akan menjadi surplus

“Kalau Inkoppas di hilir. Karena surplusnya di hulu sudah pasti di hilir akan banjir. Di hilir banjir, harga akan murah. Bisa dibeli masyarakat dengan mudah,” urainya.

“Buat kami surplus di hulu. Alhamdulillah, sehingga di pasar tidak ada keterbatasan barang. Sehingga bisa dijual murah karena barangnya banyak. Sehingga dapat dinikmati masyarakat.”

Dikatakannya, memang seharusnya, kalau surplus, harga akan murah. Barang banyak, pedagang akan menjual dengan harga murah. Kalau jual mahal, kiosnya tidak akan didatangi masyarakat.

Didukung Presiden

Di sisi lain, Andrian mengakui, pemerintah mensupport penuh Inkoppas.

“Kolaborasi Inkoppas dengan pemerintah cukup banyak. Terima kasih banyak Bapak Prabowo yang telah melibatkan pedagang pasar dalam pendistribusian beras, membangun dapur umum di pasar untuk makan bergizi gratis yang ada di pasar,” ucapnya.

“Mudah-mudahan program ini bisa berjalan di sejumlah pasar, seperti Pasar Cibubur, Pasar Kramatjati,” paparnya.

Tidak hanya itu, Inkoppas juga ada penugasan dari Perumda untuk revitalisasi pasar supaya kembali terbangun infrastruktur yang baik,” tuturnya.

“Inkoppas juga dilibatkan dalam pembangunan pasar rakyat dengan dana APBN. Dan kita menjalin kerja sama dengan Kementerian Koordinator Infrastruktur yang dipimpin Bapak AHY. Agar pedagang masuk ke pasar rakyat,” ungkapnya. (Wn)