Andrian Lame: Pemerintah Selalu Melibatkan Inkoppas terkait Permasalahan Beras

Ekonomi, Nasional, News317 Dilihat

Jakarta, nasionalreview – Kenaikan harga beras memang sangat dirasakan masyarakat.

Seperti diketahui, harga eceran tertinggi (HET) beras untuk medium saat ini mengalami kenaikan dari Rp12.500 untuk non SPHP jadi Rp13.500 untuk medium.
Untuk SPHP tetap di HET Rp12.500 dengan kualitas yang bagus, untuk HET premium Ro14.900.

Menurut Sekretaris Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Andrian Lame Muhar, kenaikan harga beras di pasar mungkin diakibatkan dari sisi hulu yaitu cuaca ekstrem, seperti seringnya hujan dan distribusi yang agak panjang

“Serta yang paling penting yaitu pemerintah melalui Bulog telah besar- besaran membeli gabah dari petani yang disiapkan untuk cadangan pangan nasional sebesar 4.2 juta ton yang belum disalurkan dan sekarang akan disalurkan,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Jadi, sambungnya, sisa-sisa gabah yang tersisa di petani masuk ke pihak swasta agar menjadi beras yang akan disalurkan dengan merek- merek lain.

Namun Andrian memastikan di pasar yang dikelola Inkoppas beras tidak langka. “Di pasar Inkoppas beras banyak dan ada, serta dari berbagai macam merek,” cetusnya.

Menurutnya, bagi pedagang di pasar yang dikelola Inkoppas beras masih ada dan tidak langka.

Pemerintah, lanjutnya, saat ini mempunyai cadangan pangan 4.2 juta ton. Dan akan disalurkan ke pasar- pasar Inkoppas, lewat beras SPHP dari Bulog dan harganya stabil.

“Dari Bulog Rp11.000 dan HET yang ditetapkan ke pedagang Rp12.500. Dan tidak boleh lebih dari itu,” urainya.

Oleh karena itu, Andrian menuturkan, pemerintah saat ini mengkoreksi harga beras lewat intervensi yaitu beras PHP.

Menurut pengamatannya, cara pemerintah mengkoreksi harga beras, mengintervensi dengan beras PHP sudah cukup baik.

“SPH ini dibatasi harganya Rp12.500 sudah cukup bagus, tinggal menyalurkan 4.2 juta ton ini yang sudah dijadikan cadangan pangan, dan akan disalurkan lewat SPHP bisa turun ke masyarakat,” jelasnya.

Andrian kembali menegaskan kecepatan penyaluran harus lebih cepat dibandingkan konsumen menghabiskannya.

“Jika lebih cepat dan beras ini banjir di masyarakat pasti tidak akan ada gejolak,” ucapnya.

Inkoppas Selalu Pro Aktif

Andrian mengakui pemerintah selalu melibatkan Inkoppas dalam persoalan pangan.

“Alhamdulilah Inkoppas selalu dilibatkan pemerintah. Hubungan dengan Bulog juga sangat baik,” terangnya.

Andrian mengemukakan jika ada permasalahan beras Inkoppas diajak pemerintah berdiskusi untuk memberi masukan.

“Inkoppas yang bergerak di ranah retail diberi stimulasi untuk menyalurkan beras PHP,” tandasnya. (Wn)