Atasi Melonjaknya Harga Pangan Akibat Kurs Dollar, Pemerintah Harus Melakukan Subsidi

EKONOMI, NASIONAL, NEWS493 Dilihat

Jakarta, nasionalreview – Melonjaknya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah sangat berdampak pada berbagai sektor. Begitu pun di sektor pangan. Akibatnya, harga pangan mengalami kenaikan cukup signifikan.

“Dengan naiknya nilai tukar dollar terhadap rupiah sangat berpengaruh pada harga pangan,” ujar Sekretaris Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Andrian Lame Muhar kepada wartawan di Jakarta, Kamis malam (21/5/2026).

Dia mencontohkan daging sapi yang diimpor dari Australia. “Kita kan mengimpor daging sapi dari Australia dan transaksinya kan pakai dollar. Jadi pastinya harga jadi naik,” tukasnya.

Andrian menambahkan, bahan pangan lain yang impor yaitu kedelai  dari Amerika dan bawang putih dari Cina.

“Dan sudah pasti bayarnya pakai dollar. Artinya harga mengalami kenaikan karena mengikuti kurs dollar,” terangnya.

Subsidi Pemerintah

Lalu bagaimana agar harga pangan kembali stabil, apalagi jelang Idul Adha? Andrian kemudian memberikan solusi agar harga pangan kembali normal.

“Cara agar harga pangan kembali stabil yang paling radikal adalah subsidi. Dengan subsidi, bagaimana keuangan pemerintah apakah bisa mencukupi atau tidak,” tandasnya.

Dia mencontohkan komiditi pangan yang sudah disubsidi seperti beras dan minyak goreng. “Sekarang beras disubsidi yaitu  beras PHP. Daging kerbau juga disubsidi. Kemudian juga minyak goreng disubsidi,” tuturnya.

Andrian melihat sejauh ini pemerintah sudah berupaya mengatasi persoalan ini. “Pemerintah melakukan langkah strategis mengatasi masalah ini. Seperti melakukan bantuan pangan, melonggarkan tax pangan. Jadi beberapa pangan nggak ada taxnya.”

“Jadi, langkah pemerintah sudah cukup baik. Itu sudah cukup baik. Tinggal dimasifkan dan komprehensif. Sehingga penyaluran pangan, modal beli pangan para pelaku tidak terlalu tinggi,” urainya. (Wn)