Rektor Kampus IISIP Jakarta Respon Positif Acara Kebudayaan Betawi Masuk Kampus

Hiburan, Megapolitan, News589 Dilihat

Jakarta, nasionalreview – Memeriahkan HUT-498 Kota Jakarta, Sanggar si Pitung Rawa Belong berkolaborasi dengan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan dan kampus IISIP Jakarta, menggelar acara kesenian budaya Betawi.

Acara bertema ‘Lenong Konser Masuk Kampus dan Ngobras (ngbrol bareng seniman) Betawi itu digelar di halaman kampus IISIP Jakarta, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (18/6/2025).

Dalam kesempatan itu, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan Rusmantoro menuturkan bahwa lenong konser masuk kampus menginspirasi tradisi kesenian budaya Betawi.

“Kegiatan ini untuk lebih mengenalkan kesenian budaya Betawi di kalangan mahasiswa,” tegasnya di sela acara.

Diuraikannya, tradisi seni kebudayaan Betawi tidak hanya lenong. Masih ada tradisi lainnya, seperti tari tradisional, palang pintu, ondel ondel ngibing, atraksi silat, dan musik gambang kromong.

“Dan ini perlu dieksplor lagi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Asal tau aja, lenong itu ada pakem – pakemnya. Salah satunya ada pesan moralnya,” ungkap Rusmantoro.

“Kami juga punya kegiatan program dalam upaya mengapresiasi agar tradisi seni budaya Betawi lebih dikenal dan dicintai di tingkat sekolah dasar hingga di zona kampus,” tandasnya.

Bakhtiar, pelopor kegiatan acara yang juga pimpinan Sanggar Si Pitung Rawa Belong, mengutarakan bahwa pihaknya ingin mengenalkan lebih dalam kebudayaan Betawi, seperti lenong di kampus.

“Sederhana aja, kami kepengen kegiatan acara seni kebudayaan Betawi bisa eksis masuk kampus. Kami siap lestarikan dan memperkenalkan tradisi kebudayaan Betawi dan juga kuliner khas Betawi di zona kampus,” urainya.

Rektor IISIP Jakarta Dr.Ir. Ilham P, Hutasuhut, M.M, merespon positif kegiatan tersebut.

“Positif banget. Dan, suka nggak suka, kita domisili di Jakarta. Ya, otomatis, keberadaan seni kebudayaan itu harus dijunjung tinggi. Dan, kami juga perlu tau budaya di mana kita berada,” tuturnya

Ilham berharap momen kegiatan acara seni kebudayaan Betawi perlu diagendakan kembali di kampus. “Nah, kalau bukan kita, siapa lagi yang melestarikan,” cetusnya.

Sebagai orang Betawi tulen Akhmad Hasan Husaini yang menjabat Lurah Lenteng Agung mengapresiasi kegiatan itu.

“Kegiatan ini sebagai wujud nyata kita berkontribusi untuk merealisasikan seni kebudayaan Betawi. Dan kedepan Jakarta akan menjadi kota global dan berbudaya,” tukasnya. (Pram)